Sabtu, 29 Juni 2013

Paradoks Musik Elektronik


Perkembangan musik digital tentu saja diawali oleh musik analog yang keduanya masuk kedalam dunia elektronik. Pertama kali penggunaaan alat elektronik untuk memproduksi musik adalah pada tahun 1902 dengan alat Telharmonium machine Sejarah awal demam musik elektronik dimulai dari sekitar tahun 1960-1970 di eropa diawali dengan eksperimen-alat musik elektronik mesin-mesin musik yang dipengaruhi atas era industri di eropa. Diawali oleh band Elektronik Jerman mereka menyebut diri mereka Krafwerk, pada jaman itu orang-orang kebanyakan memainkan musik-musik rock psycadelic mereka muncul dengan musik aneh yang monoton dengan dandanan rapi dengan rambut cepak yang pada jaman itu musisi identik dengan rock yang rambutnya gondrong dan selengekan. 

Music mereka disebut-sebut sebagai musik “masa depan” dan akhirnya banyak menginspirasi musisi Inggris saat mereka manggung pertama kali di Inggris,dan juga Krafwerk menciptakan  syntthieser dan Drum Machine mereka sendiri sehingga mereka disebut juga engginer musician. Dan lalu media-media di inggris membahas cara kerja syhntiser sehingga banyak musisi inggris yang akhirnya membuat synthiser mereka sendiri dan akhirnya perusahaan alat musik Korg  dan MooG membuat produk massal synthiser. Makin banyaklah bermunculan band-band elektronik di Inggris seperti Cabaret Voltaire, Human League, joy division , OMD , The Normal dan masih banyak lagi, yang mereka banyak menggunakan synthiser tanpa drum dan terkadang tanpa gitar. 

Kemunculan musik digital pertama dimulai saat makin berkembangnya teknologi  computer. Pada waktu itu di televise inggris ditayangkan musik digital dengan menggunakan computer memainkan sample sound yang harus dimasukkan data terlebih dalhulu karena menggunakan Operation system yang masih sangat rumit dan disertai dengan keyboard controler yang tersambung dalam computer saat itu memainkan sample sound suara gonggokan anjing dan suara manusia yang dimainkan do re mi fa sol la si do. Dan musik digital berkembang seiring dengan perkembangan hardware dan software computer di benua eropa.

Munculnya musik elektronik  memunculkan panggung atau gigs “UnderGround” karena pada saat itu musik elektronik tidak popular dan hanya oleh kalangan tertentu seperti kaum homoseksual dan lesbian dijadikan sebagai ajang pesta dan berkumpul dengan diiringi music yang mereka sebut Disco dan disinilah awal kemunculan Scene Electronic Dance Music yang dinikmati hampir seluruh kalangan masyarakat saat ini yang pada perkembangannya melahirkan banyak genre di dalam Scene EDM. Jauh sebelumnya Jim Morrison vokalis flamboyant The Doors telah meramalkan bahwa musik nantinya akan dimainkan oleh satu orang dengan “Bounching Machine” yang sungguh terjadi pada saat ini musik dimainkan hanya oleh seorang yang disebut Disc Jockey.

Banyak pro kontra antara musisi “konvensional”  yang memainkan musik mereka dengan susah payah untuk mencapai skill bermain musik tertentu dengan musisi “non konvensional” yang memainkan musik mereka dengan machine sehingga terlihat mudah. Seperti Jack White mengatakan dalam film documenter It Might Get Loud “teknologi adalah penghancur utama rasa dan kenyataan, membuat hal jadi mudah and youcan get home sooner but not make you to be more creative person”. 

Akan tetapi pada perkembangannya, musik selalu bersifat progresif menurut pada realita dan kenyataan yang pada saat ini telah masuk kedalam era yang sepenuhnya teknologi, sepeti dalam film documenter PressPausePlay diceritakan bahwa sebenarnya teknologi tidak menghancurkan malah membuat orang lebih kreatif dan berbeda dari jaman sebelumnya . Sebagai contoh dalam film tersebut  Jimi Hendrik yang dia bukan apa-apa tanpa gitar listriknya, yang gitar listrik tersebut adalah teknologi baru setelah gitar akustik bukan? 

Apakah anda pro atau yang kontra dengan teknologi?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar