Minggu, 14 April 2013

Cita Rasa Surabaya



Ini kali pertama keluar kota dengan niat, bukan niat biasa bukan juga niat sholat tapi niat untuk menghadiri happening art di Surabaya. Diadakan oleh anak muda kreatif Design Product ITS dimulai hari Jumat-Sabtu 5,6 April 2013. Dengan Judul Ide Art yang terpampang besar sungguh besar dengan mapping animation di gedung kuliah mereka . Saya hadir bukan karena diundang tentu aja tapi cuma iseng, niat awalnya pengen nonton WSATCC ( White Shoes and The Couple Company ) tapi sahabat saya yang ada di ITS, Kepet mengajak untuk lekas berangkat pada tgl 5, padahal jadwal WSATCC, mereka di Surabaya tgl 6. Oke, saya pikir lebih baik daripada saya telat atau bangun kesiangan. Jumat sore akhirnya saya berangkat dari Malang menggunakan jasa transportasi yang selalu memperbaiki diri menjadi lebih baik (baca:Kereta Api). Sampai disana saya langsung digiring oleh Kepet menuju lokasi. Tiket acara 5 ribu, murah sekali menurut saya mengingat acara-acara di Malang minimal harga tiket 15 ribu. Dan akhrnya saya masuk di halaman kampus Despro yang telah disulap menjadi DreamLand, mereka menyebutnya begitu. Tapi saya pikir ini bukan saja dreamland, this is creative heaven. Wwooww mata saya dimanjakan suguhan kreatif teman-teman despro. Mulai dari Fashion Kardus yaitu fashion daur ulang dari bahan kardus. WPAP,Pohon Impian, cewek-cewek cakep yang piawai menggambar. sketch, saya sangat excited dengan atmosphere yang mereka ciptakan. 
Tiba-tiba terdengar ambience dari sound panggung dan ternyata The Milo manggung malam itu menambah kegilaan saya untuk menikmati malam sabtu. Tapi setelah dua kali nonton The Milo, menurut saya pribadi, sound mereka terlalu keras di beberapa bagian yang kadang saya kurang bisa menikmatinya, tapi apa memang karena saya bukan penggemar berat shoegaze dan post-rock atau semacamnya. Saya pikir mereka main separuh lagu malam itu. Diujung malam sabtu itu ditutup oleh Lamp Mob dengan diiringi music Nu Disco yang semarak, dengan trio MC yang berisik tapi asik. Juga Mapping Animation yang menambah keterkaguman saya. Good job.

Menantikan WSATCC

Panas tak begitu, dingin juga tak mungkin. Begitulah suasana hari sabtu di Surabaya waktu itu. Hari ini berbeda dengan hari sebelumnya karena saya dan Kepet akhirnya berinisiatif untuk mengundang teman-teman yang ada di Surabaya dengan niat bersama-sama berbagi kebahagiaan. Hari itu serasa begitu penuh karena masing-masing kami saling mengkoordinasi untuk dapat bertemu. Meskipun ternyata tak banyak juga teman yang berhasil kami kumpulkan (sedih). Bryan, Melati, Ratih, Oseng, Ricki dan Sukma. mereka akhirnya yang mau dan bersedia hadir dan ikut meramaikan suasana. Saya rasa mereka adalah orang-orang yang berpikiran terbuka, yang memaknai kebahagiaan tanpa harus menghamburkan materi. Celetukan kepet masih teringat " Kebersamaan itu mahal harganya" ya memang suasana begitu hangat waktu itu. Kebahagiaan dan Keharuan bercampur, kerinduan yang begitu dalam serasa belum terpuaskan. Oohh betapa memang kebersamaan itu mahal harganya. Dan kamipun berangkat bersama menuju lokasi. Ramai sekali malam itu ternyata berbeda dengan malam sebelumnya. Kamipun menikmati satu persatu stand dengan penuh kekaguman. Kami saling berfoto untuk mengabadikan setiap momennya, saling bercanda dengan muka berminyak khas kosmetik polusi Surabaya. 

Malam semakin larut akhirnya band yang saya nantikan tampil juga di malam yang harusnya hujan tapi ternyata cuman gerimis. Gerimis itu begitu manis saat saya menyaksikan Nona Sari bergoyang begitu syahdunya. Dia tak menampilkan goyang yang erotis tapi tetap sexy saya melihatnya. Saya begitu penasaran dengan band ini, yang katanya nama band ini lebih dulu ditemukan dari pada personilnya. Yang katanya bernaung di label luar negeri, yang saya lihat di youtube berkali-kali. Yang saya tau kalau band indonesia yang main di La Blogotheque. Yang sudah melanglang buana keliling dunia, yang album vakansinya sering saya putar waktu saya jalan-jalan. Dan saya belum pernah nonton mereka secara live. Saya pengen tau dengan sound, set list, gaya bermain, konsep, komposisi semuanya yang mampu saya tangkap sesuai dengan passion dan kemampuan saya. Dan mereka menutup performance dengan aksi kucing lagu hits dari album sebelumnya. Malam itu usai dan energi baru terasa habis seketika itu. Kecapekan ini mungkin tanda kepuasan yang sudah mencapai batasnya. Saya selalu senang dengan dunia yang penuh daya cipta dan cita rasa estetik seperti ini. Rohani saya selalu mencari, menyusuri, menikmati dan menyetubuhi mereka. Sungguh hari itu begitu menginspirasi saya agar tetap berkarya.


NB. Tak lupa saya berterima kasih sama  Dimas Agogo yang sudi mengantar ke stasiun jam 4 pagi buat rebutan tiket surabaya. Dan Rengga anak Despro yang juga teman saya SMA yang mau menjadi tour guide disana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar